Kumpulan Filasafat Jawa Keren yang Penuh Makna

Filsafat Jawa Kuno – Sebagai orang jawa kalian tentu tidak asing dengan kata katabijak bahasa jawa. Tapi diantara kata kata bijak itu taukah kalian terdapata beberapa kalimat yang merupakan filsafat atau falsafah jawa kuno yang memiliki arti mendalam.

Kalimat tersebut mengandung pelajaran hidup sehingga hidupkita lebih bermakna. Filsafat Jawa merupakan karya orang orang terdahulu yang hingga kini tetap dipergunakan oleh orang oran tua.

Ya, Rata rata orang yang mengetahui dan memahami kalimat kalimat ini hanyalah orang orang yang sudah sepuh atau tua. Untuk berikut merupakan artikel tentang Filsafat atau falsafah jawa yang di tulis untuk kalian para pemuda agar dapat memberi nasihat kepada generasi generasi berikutnya.

Pelajaran Filsafat Berupa Falsafah Bahasa Jawa Kuno yang Dapat Dijadikan Nasihat Hidup.

1. Leburnya Amarah yang Membara

Falsafah Nasehat orang jawa tentang kehidupan

Kalimat diatas merupakan falsafah jawa kuno yang dapat dijadikan nasihat untuk perpecahan sekarang ini yang semakin marak terjadi. dalam ilmu filsafat jawa arti kalimat tersebut kurang lebih “sifat Angkara dan Murka akan Lebur dengan Kelembutan Hati”.

Dari kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa kemaraha yang dibalas dengan kemarahan belum tentu menyelesaikan masalah, bahkan mungkin akan memperparah amarah yang sudah ada.

Dengan kelembutan hati kebaikan dan kesabaran akan sangat memungkinkan sifat sifat buruk tersebut melebur dan menjadi lebih tenang.

 

2. Jangan Marah dan Bersedih

Filsafat Jawa Kuno Islam

Ketika Kita dilanda musibah kita dituntu untuk sabar. Itu lah yang diajarkan Falsafah Jawa diatas. Dalam ilmu filsafat bahasa jawa kalimat tersebut memiliki arti kurang lebih  “Jangan marah ketika tertimpa musibah dan jangan sedih ketika kehilangan sesuatu”.

Dalam kalimat tersebut terdapat pelajaran dan nasihat agar kita jaangan mudah sakit hati, marah, sedih dan sebagainya jika menghadapi masalah.

3. Jangan Mudah Tergiur dan Mudah Mendua.

nasehat dan falsafah jawa kuno tentang kehidupan

Orang jawa pada dasarnya sangat filosofis. Mereka memiliki kumpulan falsafah falsafah bijak yang di dalam kumpulan kalimat tersebut tertera banyak makana dan pelajaran.

Seperti halnya falsafah jawa kuno diatas yang memiliki arti “Jangan Mudah Tergiur dengan Sesuatu yang Mewah dan Jangan Mendua Jika Tidak Ingin Kendor Semangat dan Niat”.  Ilmu Fisafat Jawa memang sulit di artikan namun jika tau artinya kalian akan mendapatkan ilmu baru.

4. Filsafat Jawa Tentang Jangan Menjadi Ambisius

gambar nasehat bahasa jaawa tentang kehidupan kuno

Mungkin menjadi ambisius itu baik, tapi jika itu berlebihan tentu tidak baik. Mungkin itu pesan yang  ingin disampaikan dari falsafah jawa kuno diatas. Art dari kalimat tersebut kurang lebih seperti ini “Jangan terobsesi dengan kedudukan, Kebendaan, dan  Kepuasan Duniawi”.

5. Filsafat Jawa Tentang Kesombongan dan Kecurangan

Nasehat jawa kuno agar tidak celaka

Jadi orang jangan merasa paling pintar, karena rasa sombong hanya akan menyesatkan seseorang. Jadi orang juga jangan suka berbuat curang, Karena dengan berbuat curang bisa saja akan mendapat balsannya.

Fenomena kesombongan dan kecurangan ini memang sering seklai kita ketahui. dan Tidak sedikit dari mereka yang mendapatkan vbalasan selahnya. bnayk porang cerdas di negeri ini yang sombong dalm berbicara namun yang dikatakan menjauh dari kebaikan.

6. Jangan Mengandalkan Kemampuan DIri Sendiri

nasehaat bahasa jawa tentang kehidupan

Arti dari filsafah jawa diatas adalah” jangan merasa berkuasa, jangan merasa besar dan, jangan merasa sakti”.  dari filsafah jawa diatas kita diajarkan untuk tidak mengandalkan dan tidak terlalu percaya diri dengan segala kemampuan yang kita miliki.

Manusia buikanlah makluk yang sempurna maka jangan terlalu mengandalakan kemampuan diri sendiri dalam menyelesaikan masalah.

7. Penyakit Orang Indonesia

kata mutiara bahasa jawa kuno

Mudah heran, mudah menyesal, mudah kaget, dan manja, menurut filsafat jawa adalah kekurangan orang Indonesia. Falsafah jawa diatas merupakan nasihatyang disampaikan oleh orang orang terdahulu untuk kita semua agar lebih berhati hati.

Janganlah menjadi orang yang mudah heran, mudah menyesal, mudah kaget dan manja. Sikapi sesuatu dengan tenang dan biasa biasa saja agar tidak menjerumuskan kita semua.

8. Falsafah Jawa Penuh Nasihat

naseht bahasa jawa tentang kehidupan

Farti dari Falsafah Jawa diatas adalah “Maju tanpa Pasukan, Menang Tanpa Menyakiti, Sakti tanpa Mantara, Kaya Tanpa Perbendaan”. Arti dari kalimat tersebut sangatlah panjang, namun singkatnya kalimat tersebut menmuntuu kita untuk menjadi orang yang bijak dan kuat.

Sukses yang tidak berpatok pada harta benda, di sukai banyak orang karena hatinya, mengalahkan orang lain tanpa pelu menjatuhkan atau menhina, dan yakin dan teguh terhadap pendirian walau tidak ada orang orang yang mendukung.

9. Ilmu Filsafat Jawa Tentang Memberantas Kemurkaan

nasehaat orang jawa tentang kehidupan

Filsafah jawa kuno diata merupakan filsafah jawa  yang mengajarkan kita agar tetap mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan bersama, termasuk dengan memberantas kemurkaan, tamak dan sifak sifat merusak lainnya.

Ya, Tuhan menciptakan kita sebagi pemimpin dimuka bumi, maka Dia memberi tugas dan amanah kepada setiap manusia untuk menjaga kebahagiaan dan kesejahteraan. TIdak hanya untuk diri sendiri tetapi untuk makluk makhluk di Bumi.

10. Filsafat Jawa Tentang Memberi Manfaat Bagi Sesama

Nasehat singkat Bahasa jawa tentang kehidupan

Mungkin sebagian dari kalin sudah familiar dengan kalimat  falsafah Jawa kuno diatas. Kalimat tersebut sudah cukup populer di internet maupun di sosmed.

Arti dari kalimat diatas adalah “Hidup itu Nyala”. Maksutnya seseorang itu dapat dikatan benar benar hidup apabila bisa menerangi, memberi cahaya atau mudahnya memberi manfaat kepada lingkungan disekitarnya. Bagaikan lilin yang ketika menyala menerangi lingkungan sekitarnya.

11. Filsafat Jawa Tentang Kebiasaan dan Membiasakan

falsafah-jawa-kuno

Falsafah Jawa Kuno diatas memiliki pesan bahwa cinta itu datang karena sudah terbiasa. Karena Perasaan cinta akan tumbuh dengan adanya kebiasaan.

Dari falsafah tersebut ikita dapat mengambil pelajaran bahwa kita tidak harus harus saling kenal untuk saling mencintai, terkadang cukup dengan saling membiasakan kita dapat saling menghargai dan mencintai.

Bahkan dalam kegiatan sehari hari seperti bekerja, kita hanya perlu membiasakan diri dengan pekerjaan kita agar kita menyukainya.

12. Yang Penting Dilakukan

pitutur bahasa jawa

“Pelan pelan yang penting dilakukan” kira kira seperti itu arti dari kalimat tersebut. Filsafat jawa mengajatkan kita dalam melakukan sesuatu tidak perlu sempurna. Lakukan saja asal istoqomah atau konsisten.

Pekerjaan apapun itu pasti akan menghasilkan jika kita lakukan dengan konsisten. Perlahan tapi pasti itu yang ingin disampaikan oleh orang orang jawa terdadulu melalui kalimat diatas.

Namun bukan berarti kita melakukannya dengan bersantai santai. Kerjakan dengan sebaik mungkin dan konsisten.

13. Belajar Iklas

nasehat orang jawa tentang rasa syukur

“Menerima dalam Pemberian” dalam arti luas kita bisa mengartikannya dengan “Iklas”. Ya. iklas memenag terdengar sangat sederhana tapi ternyata itu adalah hal yang sangat sulit.

Iklas dan sabar dalam menghadai berbagai macam cobaan sangatlah sulit. maka dari itu kalimat tersebut ada untuk mengingakan kita agar jangan lupa iklas dan bersabar.

14. Yang Kamu Usahakan Akan Kamu Dapatakan

Filsafat Jawa Kuno

“Siapa yang menanam akan menuai” Itu adalajh arti dari kaliamt diatas. Barang siapa yang menanam  akan memanen buahnya. Berusahalah maka kalian akan mendapat yang kalian usahakan.

15. Balasan Atas Perbuatan

gambar falsafah atau nasehat jawa kuno tentang kehidupan

Berhati hatlah dalam berbuat. Kita sebagai manusia tidak luput dari segala kesalahan. Maka renungilah perbuatan dan sikap kita selama ini karena setiap apa yang kita lakukan akan ada balasannya.

JIka kita berbuat baik maka kita akan mendapatkan kebaikan. Jika kita berbuat jahat maka kita akan terkena imbasnya juga.

Teruslah berusaha menggapai apa yang kalian inginkan karena kita akan mendapa apa yang kita inginkan.

16. Semua Akan Ketahuan

Gambar fasafah atau nasehat orang jawa tentang kehidupan

 

Tidak peduli seberapa baik kamu menyembunyikan sesuaat, akan ada saatnya itu akan diketahui orang lain. Jika itu kebiakan, maka perbuatan baik itu akan segera diketahui orang lain cepat ataupunlambat.

Jika itu tentang kejahtan, cepat atau lambat akan segera diketahui pelakunya. Filsafat jawa tentang kehidupan ini mengingatkan kita terhadap apa yang kita lakukan akan segera diketahui orang lain.

Nasihat itu bertujuan agar kuita selalu berbuat baik dan menjauhi perbuatan yang buruk dan jahat.

Leave a Reply