fbpx

Sejarah Candi Prambanan dan Legenda Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan – Candi prambanan atau kadang juga disebut dengan Candi Roro Jonggrang merupakan sebuah kompleks candi Hindu yang terbesar di Indonesia yang diperkirakan dibangun pada abad ke 9. Sedangkan menurut website UNESCO candi Prambanan dibangun pada abad ke 10.

Candi ini terletak di daerah klaten dengan jarak kurang lebih 17 Km dari Yogyakarta. Candi Hindu yang dikukuhkan pada tahun 1991 ini merupakan peninggalan dari seorang raja yang bernama Rakai Pikatan. Candi ini dibangun sebagai wujud persembahan Rakai Pikatan kepada Trimurti, Yaitu tiga orang dewa utam hindu yaitu Brahma, Wishnu, dan Siwa.

Candi ini merupakan candi yang dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. kompleks ini memiliki banyak candi di dkompleksnya. Namun dari sekian banyak candi, ada satu candi yang memiliki ukurang paling besar dan paling tinggi yang diamakan Candi Siwa.

Candi ini memliki tinggi 47 meter yang menjulang ditengah tengah kompleks. Ada tiga candi utama yang menggambarkan Ramayana dan dideikasikan kepada tiga dewa trimurti. Selain itu ada tiga kuil yang didikasika untuk hewan peliharaan mereka.

Dibalik megahnya kompleks candi ini. Candi prambanan yang merupakan situs peninggalan kerajaan itu memiliki latar belakang dan kisah dibalik berdirinya. Tidak semua orang mengerti dan paham mengenai cerita dibalik candi prambanan. Candi candi yang dibangun dengan jumlah sekitar 240 candi ini merupakan peninggalan dari kerajaan Medang atau biasa di kenal dengan Kerajaan Mataram.

Baca Juga: Daftar 10 Kerajaan Kerajaan Hindu Terbesar di Indonesia

Etimologi Candi Prambanan

ytimg.com

Asal usul nama candi Prambanan diambil dari nama kecamatan atau desa tempat candi itu berdiri, yaitu kecamatan Prambanan.

Ada dugaan bahawa Prambanan merupakan perubahan dilalek bahasa jawa yang berawal dari kata atau istilah “Para Brahman” yang memiliki arti “Brahman Agung”. Istilah “Brahman” merupakan istilah Hidu yang memiliki makna penguasa tertinggi dalam konsep ketuhanan hindu dan memiliki sifat kekal tidak berwujud, tidak bisa digambarkan yang menguasai segalanya.

Namun muncul pendapat lain bahwa istilah Para Brahman merujuk pada masa kejayan saat candi ini dibangun yang dipenuhi Brahmana. Brahmana merupakan seseorang ahli agama, adab, cendikiawan, atau bisa disebut sebagai ahli kitab orang Hindu.

Ada juga yang berpendapat bahwa Prambanan berasal dari istilah jawa ‘Mban” yang artinya menanggung. hal ini merujuk pada tiga dewa yang menanggung tanggung jawab dalam menata alam semesta.

Latar Belakang dan Sejarah Candi Prambanan Sejarah Candi Prambanan

jogjarentalmobil.orgSejarah candi prambanan ini berdiri, bermula dari rasa igin menandingi bangunan Candi Borobudur yang sangat megah dikala itu. Candi Prambanan yang berlatar belakang agama Hindu, dibangun menjulang tinggi untuk menandingi candi Borobudur yang merupakan Candi Budha terbesar. Tidak hanya menandini Borobudur namun di juga menandingi candi yang berdiri di sekitar Prambanan yaitu Candi Sewu.

Ada dugaan dari para sejarawa, bahwa Sejarah dibangunnya candi Prambanan ini menandakan berkuasaya kembali Wangsa Sanjaya atas tanah Jawa. Hal ini merujuk pada cerita bahwa Dua wangsa dalam satu kerajaan yang berbeda keyakinan, yaitu wangsa sailendra yang beragama Budha dan wangsa Sanjaya yag berwangsa Hindu.

Hal ini membuktkan bahwa wangsa Sanjaya kembali mendapatkan kembali dukungan keluarga kerajaa madang dan keyakinan terhadap Hindu mulai diterima. Walau sebelumnya Kerajaan medang lebih memihak Budha. Berkat hal ini timbul dugaan dugaan yang menyatakan bahwa Kerajaan Medang mulai beralih yang sebelumnya Budha menjadi Hindu.

Sejarah Awal Mula Pembangunan Candi Prambanan

Pembangunan Candi Prambanan

ytimg.com

Diperkirakan, awal mula sejarah candi Prambanan ini dibangun pada pertengahan abad ke 9. Kurang lebih sekitar tahun 850 Masehi projek candi ini dimuali oleh Rakai Pikatan . Beberapa tahun kemudian setelah pergantian raja andi candi ini mulai diperluas oleh Raja Loka Lopa dan Raja Balitung Maha Sambu. Berdasarkan Sejarah candi prambanan yang ditulis pada prasasti Siwagrha (merupakan bahasa sansekerta yang memiliki arti “Rumah Siwa”) Tahun 856 M.

Bangunan suci ini mulai dibangun untuk memuliakan nama Dewa Siwa, dan Nama asli bangunan ini adalah Siwagrha. Nama lain dari Siwagrha adalah Shiwalaya yang memiliki arti “Ranah Siwa” atau “Alam Siwa”. Dalam prasasti ini di ceritakan bahwa saat pembangunan Candi Siwagrha atau Shiwalaya, dikerjakan juga pekerjaan lain pada saat itu, yaitu memindahkan aliran sungai yang berada disekitar candi ini.

Sungai yang akan dipindahkan bernama sugai Opak, Sungai ini mengalir dari utara ke keselatan sepanang sisi barat candi Prambanan. para sejarawan memnggap bahwa keberadaan aliran sungai ini terlalui dekat dengan candi dan mengganggu pembangunan atau bisa juga akan membahayaakan kontruksi candi.

Solusinya adalah memindaakan aliran tersebut. Sungai yang tadi mengalir didekat candi dimpindahka keluar kopleks candi, kemudian sungai lama yang sudah kering tadi, ditimbun dengan tanah sebagai lahan pembangunan candi pengwal atau pendmpaing.

Baca Juga : Kerajaan Hindu Pertama Di Indonesia yang Pernah Ditemukan Para Sejarawan

Perluasan Candi dan Pembangunan Tingkat Lanjut

Legenda Candi Prambanan

seputarsemarang.com

Kompleks candi yang memiliki tiga candi utama yang menjulang tinggi ditengah, salah satu diantaranya dieruntukan untuk dewa siwa. Dalam candi utama tersebut ada raungan yang berisi arca seorang pria. Diduga pria tersebut adalah perwujudan raja balitung. Candi ini dibanun terus menerus dibangun dan disempurnakan oleh raja raja penerusnya. Seperti Raja Daksa dan Tulodong.

Berdasarkan sejarah candi prambanan, candi ini awalnya tidak tertalu luas. Namun kompleks candi ini terus diperluas dengan ditabahkannya candi candi kecil disekitar candi utama. Candi yang begitu megah ini pada zamannya dipergunaka untuk pagelaran berbagai acara penting kerajaan.

Candi yang merupakan candi kerajaan Mataram atau Medang ini juga diduga tempat pelaksanaan belajar mengajar oleh para Brahmana bersam murid muridya untuk megkaji kitab hindu yang disebut dengan Weda. Arkeolog juga berpendapat bahwa letak dari pemerintahan atau keraton Mataram ini terletak di dekat prambanan di wilayan Dataran Kewu.

Dalam kompleks candi ini, terdiri dari dua kelompok bagunan yang meilputi Loro Jonggrang, kompleks Sewu, Lumbung, Bubrah dan Asu. Candi ini memilii kontruksi yang bagus dan rapi walau ketika ditemukan kondisinya memprihatinkan. Tidak ada kelalaian ketika proses pembangunannya. Namun bangunan ini rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan gunung meletus.

Kerajaan Pindah Ke Jawa Timur

buihkata.blogspot.com

Sejarah candi prambanan yang ditinggalkan oleh kerajaan pada tahun 930an yang dipimpin oleh Mpu Sindok. disebabkan karena letusan gunung merapi pada saat itu. Walaupun hal ini masih diragukan kebenarannya. Ada beberapa penjelasan mengapa candi ini ditinggalkan. Selain alasan karena letusan gunung,dugaan alasan pindahnya ibu kota ini dikarenakan peperangan dan perebutan kekuasaan pada masa itu. hal ini menyebabka candi prambanan ditelantarkan dan tidak terawat.

Candi Prambanan yang megah tersebut akhirnya benar benar hancur lebur setelah tejadi gempa dasyat pada abad ke 16. TEmpat yang awalnya dihuni dan dijadikan pusat kegiatan agama hindu akhirya benar benar ditinggalkan. Walau deikian penduduk pulau jawa masih mengenal candi tersebut. Bahakan Candi tersebut menajadi awal mula cerita legenda Rorojongrang.

Pada tahun 1755, Kesultanan mataram terpecah menjadi dua bagian. Sungai yang yang mengalir dekat candi itu menjadi pembatas daerah kekuasaan. Kerajaan yang terpecah tersebut menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasuanan Surakarta (Solo).

Sejarah di Temukannya Kembali Candi Prambanan

 

http://ardinal.net

Setelah bertahun tahun ditiggalakan, candi prambanan ditemukan kembali oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda pada tahun 1733. Penemuan kembali candi Prambanan tidak di tindak lajuti pada saat itu, higga ada tahun 1880 an Dilakukan penggalian terhadap situs ini.

Namun sangat disayangkan, penggalian yang tidak serius ini menimbulkan prakti pratik yang malah merusak. Penjarahan ukiran dan batu candi meraja lela. Pembongkaran pembogkaran dilakukan yang hanya merusak candi tersebut. Arca dan relief di ambil oleh warga belanda dan di jadikan hiasan taman sedangka warga pribumi menggunakan batu batu tersebut untuk menbangun pondasi rumah.

Legenda Rara Jongrang dan Candi Prambanan

Leave a Reply